Suatu malam
kita bersua
dalam kerlip
lampu kota,
dan
kesombongan Jakarta
Lama...
semenjak kita trakhir bersua
dalam nuansa berbeda
di Kota Tua,
kita
berjalan
bertiga,
masih ada ‘dia’
di antara kita;
barangkali
kita belum merasa sama
atau masih
belum berani berkata.
Kata mu,
malam itu,
kau tak
ingat segala apa,
sedang aku
sudah pasti lupa
dan ketika pagi tiba,
samar ku lihat paras rupa
mu, malam itu
dan aku di situ
menerka
kau kah itu?
atau ibliskah ia,
yang bertakhta atas kita
Diam, ku
raba
sebuah lira
tak berirama
lantas ia
bergetar tak bersuara
dan ku tulis
sepotong puisi tak berima.
Diam, ku
sadari ‘dia’
murka.
Kepada kita,
dan dunia sekelilingnya
Dan setelah malam itu...
Kita berpesta
Tanpa ‘dia’
Hanya kita berdua
Dan beberapa iblis neraka
27
Mei 2015