Kamis, 05 November 2015

MALAM ITU...


 Suatu malam kita bersua
dalam kerlip lampu kota,
dan kesombongan Jakarta
            Lama...
            semenjak kita trakhir bersua
            dalam nuansa berbeda
di Kota Tua, kita
berjalan bertiga,
masih ada ‘dia’ di antara kita;
barangkali kita belum merasa sama
atau masih belum berani berkata.
Kata mu,
malam itu,
kau tak ingat segala apa,
sedang aku sudah pasti lupa
            dan ketika pagi tiba,
            samar ku lihat paras rupa
            mu, malam itu      
            dan aku di situ
            menerka
            kau kah itu?
            atau ibliskah ia,
            yang bertakhta atas kita
Diam, ku raba
sebuah lira tak berirama
lantas ia bergetar tak bersuara
dan ku tulis sepotong puisi tak berima.
Diam, ku sadari ‘dia’
murka.
Kepada kita, dan dunia sekelilingnya
            Dan setelah malam itu...
            Kita berpesta
            Tanpa ‘dia’
            Hanya kita berdua
            Dan beberapa iblis neraka

                                                            27 Mei 2015









Tidak ada komentar:

Posting Komentar